Rabu, 09 Juli 2014

Assalamualaikum wahai saudaraku se iman dan seprerjuangan...
MasyaALLAH begitu mirisnya ketika kita melihat perseteruan antara palestin dengan israel.warga palestin begitu kukuh ingin mempertahankan kenegaraannya dari israel yang setiap saat bisa membumi hanguskan seluruh warga palestina...
Ketika warga palestina ditanya kenapa mereka tidak pergi saja dari negara palestina dan mengungsi kenegara tetangga?
Warga palestina menjawab: Jika kami keluar dari negara palestina maka siapa lagi yang menjaga masjid suci Al-Aqsha?siapa lagi yang menjaga tanah wakaf umat islam ini?biarlah kita disini mewakili kalian seluruh umat muslim didunia,saudaraku.
Wahai saudaraku marilah kita bantu saudara kita yang berada dinegara palestina dengan mendoakan mereka agar ALLAH memberikan kekuatan dan keikhlasan untuk berjuang dijalan yang ALLAH ridhoi.


ASSALAMUALAIKUM Saudaraku yang budiman...
          Saudaraku Seiman yang saya cintai, Tidaklah jarang kita bisa dibuat bingung dengan permasalahan jodoh. Sebenarnya kita tidak perlu bingung dengan problem permasalahan jodoh yang mungkin sering membuat kita resah, bahkan bisa membuat kita galau seperti pernyataan anak anak pada zaman sekarang. 
          Seperti yang kita ketahui jodoh, rezeki dan maut adalah milik ALLAH SWT. dan semua itu tidak akan pernah ter tukar. tapi tidaklah jarang kita bingung dan berpikiran "kapan jodoh saya akan datang karena umur saya sudah waktunya untuk menikah dan membina rumah tangga?"
Sebaiknya mulai dari sekarang kita renungkan apakah kita sudah bisa menjadi wanita muslimah yang taat kepada ALLAH SWT. dan tidak memilih atau membatasi siapa yang bisa dekat dengan kita. karena dalam firman ALLAH SWT surah An Nur ayat 26 :

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
yang ARTINYA :

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). 
         Maka dari itu saudaraku,marilah kita menjemput jodoh kita dengan memperbaiki diri agar lebih baik dan menjadi wanita yang solehah serta taat beragama. 

Minggu, 06 Juli 2014

Saudaraku sudah 9 hari kita berpuasa RAMADHAN
  • Adakah sebuah kesan yang meresap dihati kita semua?
  • Sudahkah kita memperbaiki diri kita? untuk menjadi seorang yang lebih baik!
  • Sudahkah kita menjadi peduli dengan sesama?
  • Amal apa yang sudah kita lakukan untuk investasi akhirat kita?
  • Siapakah kita menghadap ALLAH jika esok kita dipanggil?
Jika dalam 9 hari ini kita berpuasa RAMADHAN tanpa bisa memberi arti.Sungguh betapa ruginya kita karena RAMADHAN yang sudah ter lewati selama 9 hari ini akan sia-sia.

Wahai saudaraku marilah kita introspeksi diri, siapa tau RAMADHAN ini adalah RAMADHAN terakhir kita.

RAMADHAN KARIM

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah.bulan yang senantiasa dinantikan oleh seluruh umat islam didunia.
seperti firman ALLAH dalam surah Al Baqarah ayat 185


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
yang artinya:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.